ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home phpl/sfm Management Plan

MANAGEMENT PLAN (RENCANA PENGELOLAAN)

IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma merupakan  Perusahaan  Modal  Dalam Negeri  (PMDN) yang mendapatkan kepercayaan perpanjangan mengelola hutannya dengan jangka waktu 70 tahun berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 201/Kpt-IV/1998 tanggal 27 Februari 1998 pada hutan alam atas areal hutan produksi seluas 147.600 ha yang terletak di Kabupaten Katingan dan Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah.

Areal kerja IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma merupakan tipe hutan Dipterocarpaceae dataran rendah dengan dominasi jenis dari family Diptercocarpaceae. Sebelah utara dan timur merupakan Hutan Lindung dan Taman Nasional, untuk sebelah barat dan selatan berbatasan dengan perusahaan lain. Sebagian besar areal merupakan kawasan hutan produksi terbatas dan hanya sebagian kecil hutan produksi konversi dengan kepemilikan adalah hutan Negara. Kondisi masyarakat sekitar dan di dalam areal masih sebagian masih tergantung pada hutan untuk pemenuhan kebutuhan tertentu.

IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma dalam pengelolaan hutan yang bertanggung jawab mempunyai tujuan :

  • Menjadi industri kehutanan yang tangguh dan menghasilkan produk berdaya saing tinggi yang bertumpu pada pengelolaan hutan yang lestari.
  • Mengelola hutan dengan menerapkan tekhnik silvikultur yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas (growth & yield) serta tekhnik pembalakan ramah lingkungan yang mengacu kepada prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari.
  • Mengelola industri kayu terpadu secara secara profesional yang didukung oleh pasokan bahan baku kayu secara berkelanjutan yang berasal dari hutan-hutan yang dikelola secara lestari.
  • Melakukan manajemen profesional dalam setiap proses produksinya, dengan didukung oleh tenaga-tenaga yang kompeten dibidangnya, untuk menghasilkan produk yang mempunyai daya saing tinggi.
  • Melibatkan dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar dalam setiap proses produksinya.

 

Dalam rencana pengelolaan (Management Plan) terdapat beberapa aspek kegiatan yang akan dilaksanakan dalam rangka pengelolaan hutan secara lestari dan berkelanjutan.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di Ringkasan Rencana Pengelolaan.pdf

Aspek Perencanaan

Untuk melaksanakan pengelolaan jangka panjang, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma membuat  Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Dalam Hutan Alam (RKUPHHK-HA) pada Hutan Produksi berbasis Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) . RKUPHHK-HA dibuat untuk 10 tahun ke depan  yaitu tahun 2011 s/d tahun 2020 dan telah disahkan oleh Direktur Jenderal Bina Produksi Hutan Alam. Sebagai dasar penyusunan RKUPHHK-HA, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma telah melaksanakan Inventarisasi Hutan Menyeluruh Berkala (IHMB) pada tahun 2008 s/d 2009. Laporan hasil pelaksanaan IHMB telah mendapat rekomendasi dari Departemen Kehutanan melalui surat No. S.994/BPHA-2/2010 tanggal 25 Agustus 2010.

Rencana produksi pertahun berdasarkan sediaan tegakan hasil IHMB dan riap tegakan yang dituangkan dalam Rencana Tahunan (RKT) untuk sistem silvikultur TPTI 104.000 m3/tahun dan sistem silvikultur TPTJ 142.000 m3/tahun. Semua hasil produksi IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma dikirim ke industri perkayuan PT. Sari Bumi Kusuma yang terletak di Kumpai Kabupaten Kubu Raya.

Distribusi areal hutan yang dikelola IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma tidak seluruhnya menjadi areal produksi akan tetapi dibagi menjadi 3 (tiga). Adapun yang menjadi dasar pembagian zona adalah hasil identifikasi HCVF, topografi, penutupan vegetasi, lingkungan dan sosial masyarakat. Zona A merupakan zona inti, yaitu areal yang hanya digunakan untuk melakukan monitoring HCVF,  Zona B merupakan zona yang menjadi penghubung antara zona inti dengan kawasan lindung yang lebih luas, Zona B dikelola secara hati-hati dengan menerapkan sistem silvikultur TPTI, dan Zona C merupakan zona terluar yang berdekatan dengan pemukiman yang dalam pengelolaannya dilakukan  secara hati-hati dengan menggunakan sistem silvikultur TPTJ (dengan Tekhnik Silvikultur Intensif).

Peruntukan areal atau zonasi lebih rinci areal yang akan dikelola terdiri atas:

  • Kawasan lindung terdiri atas: Buffer Zone HL, Areal dengan kelerengan > 40%, Areal HCVF, Sempadan sungai dan Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah.
  • Kawasan tidak efektif untuk produksi terdiri atas: Petak Ukur Permanen, Tegakan Benih, Sarana dan praarana, Sungai, Pemukiman masyarakat dan ladang atau bekas ladang.
  • Kawasan produktif terdiri atas :Areal peruntukan sistem silvikultur TPTI dan TPTJ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

 

 

 

 

 

Aspek Produksi

Dalam hal kegiatan pemanenan, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma menerapkan Reduce Impact Logging (RIL) dan memperhatikan dampak kegiatan terhadap vegetasi, tanah, dan situs-situs adat. Adapun tahapan  kegiatan pemungutan hasil hutan meliputi:

  1. Perencanaan penebangan, yaitu pembuatan rencana jalan sarad dan penandaan arah rebah pohon.
  2. Penebangan pohon, pohon yang akan ditebang yaitu yang mempunyai diameter 50 cm up untuk sistem silvikultur TPTI, dan 40 cm up untuk sistem silvikultur TPTJ, alat untuk menebang menggunakan chainsaw. Dalam penebangan pohon akan diperhatikan teknik-teknik menebang, antara lain arah rebah, pohon inti dan kondisi lapangan lainnya.
  3. Penyaradan, areal IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma berupa hutan pegunungan (mekanis), sehingga setelah pohon rebah maka untuk mengumpulkan kayu ke tempat pengumpulan kayu (TPn) disarad dengan menggunakan traktor dengan tetap mempertimbangkan dampak kerusakan minimal.
  4. Pembagian batang, setelah pohon disarad ke tempat pengumpulan kayu maka dilakukan pembagian batang menjadi ukuran-ukuran tertentu.
  5. Pengangkutan, pengangkutan kayu dari TPn ke TPK/logyard dan dari log yard ke log pond dengan menggunakan logging truck.
  6. Bongkar muat, untuk memuat dan membongkar digunakan alat bongkar muat yaitu track loader dan wheel loader.

Pada pelaksanaanya pemanenan kayu yang dilaksanakan IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma tidak semua jenis dipanen, hanya jenis yang dapat dimanfaatkan industri dan bukan jenis lindung saja yang dimanfaatkan. Setelah kegiatan pemanenan maka dilakukan evaluasi dan monitoring dampak kegiatan terhadap flora dan fauna, fisik tanah dan sosial masyarakat.

Aspek Ekologi

PT. Sari Bumi Kusuma dalam mengelola hutannya berkomitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup, upaya-upaya yang dilakukan adalah dengan berpedoman pada “Prinsip Kehati-hatian“ dalam mengelola hutan dan berpedoman pada peraturan dan undang-undang yang ditetapkan oleh pemerintah.

PT. Sari Bumi Kusuma sudah melakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL) yang bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai dampak negatif terhadap lingkungan biotik, abiotik dan dampak sosial akibat dari kegiatan pengelolaan hutan. Membuat dan melaksanakan Rencana Pengelolaan Lingkungan       (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) yang bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif dan monitoring dampak negatif yang timbul akibat kegiatan pengelolaan hutan.

Upaya-upaya kegiatan untuk meminimalisir dan monitoring dampak negatif adalah sebagai berikut :

  1. Menerapkan metode RIL (Reduced Impact Logging) pada kegiatan pembukaan wilayah hutan (PWH) dan Penebangan.
  2. Menerapkan teknik konservasi tanah dan air, meliputi : pembuatan dan penanaman trap erosi, penanaman kanan-kiri jalan angkutan, jalan sarad, TPn dan areal tanah kosong/non produktif.
  3. Melakukan monitoring air daerah aliran sungai (DAS) meliputi parameter debit, sedimentasi dan kualitas air sungai dengan metode SPAS (Stasiun Pengamatan Aliran Sungai) dan analisis laboratorium sampel air outlet daerah aliran sungai.
  4. Melakukan monitoring erosi tanah, dengan metode stik ukur dan erosion bride.
  5. Melakukan monitoring iklim mikro areal PT. Sari Bumi Kusuma.
  6. Melakukan pengelolaan dan monitoring jenis flora dan fauna yang tergolong langka, hampir punah, endemik dan jenis-jenis yang dilindungi, hasil identifikasi HCVF (High Conservation value Forest).


Aspek Sosial

Dalam rangka meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang berada di sekitar areal IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma dan mencegah kerusakan hutan akibat perladangan berpindah adalah dengan melaksanakan program Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH). Beberapa alternatif kegiatan yang diarahkan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan dan sekaligus mengarahkan masyarakat untuk berusaha secara menetap, sehingga bisa mengurangi aktifitas perladangan berpindah, antara lain melalui :

 

  1. Pengembangan tanaman pangan dengan pola pertanian menetap.
  2. Pembinaan terhadap pemeliharaan ternak.
  3. Peningkatan dan pengembangan perkebunan rakyat, peningkatan keterampilan masyarakat desa melalui kursus – kursus / pelatihan yang sesuai dengan kondisi masyarakat desa, seperti teknik pengolahan rotan, teknik pemungutan dan pengolahan biji tengkawang, dan Kanitap.
  4. Peningkatan kemampuan dan keterampilan tenaga kerja lokal melalui pendidikan dan pelatihan

 



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Untuk menunjang keberhasilan kegiatan secara keseluruhan, IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma juga melaksanakan peningkatan kemampuan dan kapasitas karyawan dengan melakukan pembinaan keterampilan melalui pelatihan-pelatihan sesuai bidang kerja dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kinerja dan kesejahteraan perusahaan memberikan sarana dan prasarana diantaranya:

1. Menyediakan alat transportasi seperti mobil.

2. Menyediakan perumahan untuk karyawan dan keluarganya.

3. Memberikan konsumsi/uang makan kepada semua karyawan.

4. Menyediakan sarana kesehatan kepada semua karyawan dan keluarganya.

5. Menyediakan sarana olah raga untuk karyawan/wati seperti volley, bulutangkis, sepak bola, tenis meja, catur, dll.

6. Memberikan upah sesuai dengan jenis pekerjaan dan tanggungjawab.

7. Memberikan uang transpor dari tempat asal karyawan ke proyek IUPHHK-HA pulang pergi bila karyawan menjalankan cuti.

8. Memberikan tunjangan hari raya kepada semua karyawan.

9. Program Astek.

 

Penelitian dan Pengembangan

Untuk mengetahui pertumbuhan, regenerasi dan dinamika hutan serta meningkatkan produktivitas dilakukan kegiatan penelitian-penelitan dan pengembangan di antaranya dengan membangun plot pengamatan permanen. Penelitian yang direncanakan meliputi penelitian pada bidang produksi, ekologi, silvikultur dan sosial masyarakat.

Perlindungan dan Pengamanan

Perlindungan hutan merupakan kegiatan untuk menyelamatkan hutan dari berbagai gangguan. Untuk itu IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma membentuk satuan pengamanan hutan dan kebakaran hutan (SATGASDAMKARHUT).

Rencana kegiatan perlindungan meliputi:

1. Perlindungan terhadap gangguan kebakaran hutan.

2. Perlindungan terhadap gangguan pencurian.

3. Konservai sumber daya alam hayati dan dan habitatnya yang meliputi kegiatan: perlindungan sistem penyangga kehidupan, penjagaan keanekaragaman jenis flora dan fauna beserta ekosistemnya, dan pemanfaatan secara lestari sumber daya alam dan ekosistemnya.

 

Sistem Silvikultur

Pengelolaan hutan secara lestari di PT. Sari Bumi Kusuma menggunakan dua sistem silvikultur TPTI dan TPTJ dengan proporsi  luasan yang hampir sama. Secara operasional, sistem silvikultur TPTI merupakan rangkaian kegiatan terencana dalam pengelolaan hutan. Sistem TPTI diterapkan pada kondisi hutan yang mampu mendukung aspek-aspek kegiatan didalamnya dan tidak menimbulkan kerusakan atau penurunan kondisi dan lahan tersebut. Tujuan dari tindakan-tindakan dalam sistem silvikultur adalah dalam rangka:

  1. Pengaturan komposisi jenis pohon di dalam hutan yang diharapkan dapat lebih menguntungkan secara ekologis maupun ekonomis.
  2. Pengaturan struktur/kerapatan tegakan yang optimal di dalam hutan, yang diharapkan dapat memberikan peningkatan potensi produksi kayu bulat dari keadaan sebelumnya.
  3. Terjaminnya fungsi hutan dalam rangka pengawetan tanah dan air.
  4. Terjaminnya fungsi perlindungan hutan.

Sama halnya dengan TPTI, sistem silvikultur TPTJ juga diterapkan pada kondisi hutan dan lahan yang sesuai. Dengan kata lain, sistem TPTJ diterapkan pada kondisi hutan yang mampu mendukung aspek-aspek kegiatan di dalamnya dan tidak menimbulkan kerusakan atau penurunan kondisi dan lahan tersebut.

Selain tujuan di atas, sistem TPTJ juga dalam rangka:

 

  1. Mempertimbangan faktor sosial yaitu untuk menekan perkembangan perladangan berpindah karena sejauh ini masih adanya pengakuan masyarakat setempat atas kegiatan tanam tumbuh.
  2. Meningkatkan produktivitas kawasan hutan dengan melakukan tindakan-tindakan silvikultur melalui penanaman areal bekas tebangan dengan sistem jalur sehingga pembinaan dan pengawasan hutan lebih terjamin.
  3. Mengatur pemanfaatan kayu yang optimal pada hutan alam produksi.
  4. Meningkatkan potensi hutan baik kualitas maupun kuantitas dengan menanam jenis komersil, utamanya jenis-jenis Dipterocarpaceae yang diharapkan dapat menjamin kontinuitas produksi.
  5. Memudahkan pelaksanaan pemeriksaan, pembinaan dan pengawasan terhadap kegiatan pembinaan hutan yang dilaksanakan di lapangan.

 

Pola TPTJ dengan Teknik Silvikultur Intensif  yang diterapkan di PT. Sari Bumi Kusuma adalah  membuat  jalur bersih yang secara vertikal bebas naungan sebagai jalur tanam (lebar 3 m) pada areal bekas tebangan dengan jarak antara jalur 20 meter dan jarak antara tanaman dalam jalur 2,5 meter.


 
Wednesday, 13 December 2017

Certificate

certificate
"Memilih dari sedikit pilihan jauh lebih baik daripada kita tidak punya pilihan dikemudian hari"
Admin