ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home PELATIHAN METODOLOGI MONITORING DAN KONSERVASI RANGKONG GADING
PELATIHAN METODOLOGI MONITORING DAN KONSERVASI RANGKONG GADING
Written by SBK   
Tuesday, 29 October 2019 00:00

 

Pada tanggal 24-25 September 2019 lalu, PT Sari Bumi Kusuma Katingan-Seruyan bekerjasama dengan USAID BIJAK (Bangun Indonesia untuk Jaga Alam demi Keberlanjutan) dan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TN BBBR) telah mengadakan pelatihan Metodologi Monitoring dan Konservasi Rangkong Gading.

Pelatihan tersebut diadakan dengan latar belakang bahwa Rangkong Gading (Rhinoplax vigil JR. Forster) merupakan salah satu spesies yang terdaftar di Appendix I CITES dan keberadaannya saat ini terancam punah (critical endangered). Pada tahun 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) didukung oleh BIJAK dan koalisi LSM telah menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Nasional (SRAK) untuk Rangkong Gading. Hal tersebut sesuai dengan mandat dari CITES yang menyatakan bahwa seluruh negara yang memiliki populasi Rangkong Gading harus memiliki strategi dan rencana aksi untuk melindungi spesies tersebut.

Menindaklanjuti pengesahan SRAK, BIJAK mendukung inisiasi kegiatan-kegiatan untuk mendukung pelaksanaan dokumen tersebut. Bekerja bersama para pemangku kebijakan, termasuk pemerintah, LSM, akademisi, pihak swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam perlindungan Rangkong Gading sesuai kapasitas masing-masing.

Pelatihan tersebut dilaksanakan dengan tujuan yaitu:

 

1.  Mendukung implementasi SRAK Rangkong Gading

2.  Meningkatkan kapasitas staf dari PT Sari Bumi Kusuma Katingan-Seruyan dan petugas Taman Nasional BBBR

3.  Mempromosikan partisipasi multi-pihak dalam konservasi Rangkong Gading di tingkat lansekap, termasuk pihak taman nasional dan pihak swasta.

Adapun keluaran kegiatan yang diharapkan adalah:

1.  Peserta telah dilatih terkait konservasi Rangkong Gading

2.  Karyawan perusahaan dan petugas taman nasional mampu mengidentifikasi dan menghitung populasi, serta mengidentifikasi pohon sarang untuk mendukung konservasi Rangkong Gading dan akan berbagi pengetahuan dan keahliannya kepada perusahaan lain, masyarakat serta pemangku kepentingan lainnya,

3.  Partisipasi multi-pihak dan konsep pengelolaan konservasi rangkong gading di tingkat lansekap.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari bertempat di PT Sari Bumi Kusuma dan Taman Nasional BBBR. Hari pertama dilaksanakan di Base Camp km 35 PT Sari Bumi Kusuma dan diikuti oleh 32 peserta. Hari kedua praktek lapangan dan diikuti oleh 21 peserta. Para peserta praktek lapangan dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengambil data di areal Taman Nasional dan kelompok lainnya di areal konsesi PT Sari Bumi Kusuma.

Pemberi materi adalah Dr. Jarulis, M.Si dari Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Bengkulu, Yokyok Hadiprakarsa dari Rangkong Indonesia,  Giyanto dari Wildlife  Crime Unit dan moderator Chairul Saleh dari USAID BIJAK.

Peserta dari PT Sari Bumi Kusuma berasal dari beberapa bagian, yaitu Perencanaan, Pembinaan Hutan dan Lingkungan, Pembinaan Hutan TPTJ/TPTI, PMDH dan Satpamhut.

Dari hasil identifikasi suara di lapangan diketahui, bahwa dari 5 transek pengamatan teridentifikasi 4 ekor Rangkong Badak dengan jarak sekitar 50 - 300 meter. Selain itu, dari 5 transek juga ditemukan 34 jenis pohon dan 13 jenisnya adalah pohon pakan rangkong.

Last Updated on Tuesday, 29 October 2019 12:53
 
Wednesday, 20 November 2019

Certificate

certificate
Tahukah anda pilihan anda hari ini akan menentukan apa yang akan terjadi esok karenanya jangan pernah mengeluh dengan akibat dari pilihan anda.