ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis
Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis PDF Print E-mail
Written by SBK   
Monday, 11 August 2014 11:39

Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis

Oleh  A. IZUNO¹⁾˒²⁾,  S. INDRIOKO³⁾,  WIDIYATNO³⁾,  E. PRASETYO³⁾,  KASMUJIONO⁴⁾  and  Y.  ISAGI¹⁾

Abstrak

Pohon-pohon Dipterocarp keberadaannya secara ekologis dan komersial berperan penting di kawasan hutan hujan tropis wilayah di Asia Tenggara. Untuk pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati, hal yang perlu dilakukan adalah membangun pertanaman dengan metode yang dapat menjamin bahwa variasi genetik pohon yang ditanam ekuivalen dengan pohon-pohon di hutan alam.

 

Keragaman genetik dan diferensiasi Shorea leprosula dan Shorea parvifolia pada pertanaman yang dikelola oleh perusahaan kehutanan swasta di Indonesia dan yang pohon-pohon yang berada di populasi alamiahnya dibandingkan menggunakan beberapa penanda mikrosatelit.

Keragaman genetik populasi yang ditanam ternyata setinggi keragaman genetik populasi di habitat alamnya. Tidak ditemukan adanya perbedaan genetik yang nyata antara populasi yang ditanam dengan populasi yang berada di hutan alam.

Variasi genetik yang ada di dalam populasi tanaman S. leprosula dan S. parvifolia tidak memunculkan dampak negatif terhadap sistem penanaman yang diterapkan di Indonesia yang dikenal dengan Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktek penanaman yang saat ini dilaksanakan di wilayah tersebut cocok untuk mempertahankan keberadaan komposisi genetik jenis-jenis asli dan mencapai pemanfaatan hutan hujan tropis secara berkelanjutan.

 

Kata-kata kunci: keanekaragaman genetik, pertanaman, Shorea, Asia Tenggara, hutan hujan tropis.

Source : Silvae Genetica 62,5 (2013)

¹⁾Graduate school of Agriculture, Kyoto University, Kitashirakawa Oiwake-cho Sakyo-ku, Kyoto 606-8502, Japan

²⁾Research Fellow of Japan Society for the Promotion of Science

³⁾Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Jl. Agro No.1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia

⁴⁾PT Sari Bumi Kusuma, Jl Adisucipto Km 5,3 P.O Box 16, Pontianak, Kalimantan Barat Indonesia

 

Current plantation practices have negligible genetic effects

on planted dipterocarps in the tropical rainforest

By A. IZUNO¹⁾˒²⁾,  S. INDRIOKO³⁾,  WIDIYATNO³⁾,  E. PRASETYO³⁾,  KASMUJIONO⁴⁾  and  Y.  ISAGI¹⁾

 

Abstract

Dipterocarps trees are ecologically and commercially important in Southeast Asian tropical rainforest. For sustainable management of forest ecosystem and conservation of biodiversity, it is essential to establish plantation methods ensuring that genetic variation of the planted trees is equivalent to that in natural forest. The genetic diversity and differentiation of Shorea leprosula and Shorea parvifolia on plantation managed by a private sector forestry company in Indonesia and those in natural population were compared using microsatellite marker. Genetic diversity in planted population  was as high as that in the natural population. No clear genetic differences between each planted population and the natural forest population were found. The genetic variation present in planted S. leprosula an S. parvifolia population did not appear to deteriorate in the planting system implemented in Indonesia, known as Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ). These result indicate that the current plantation method practiced in the region is suitable for maintaining the original genetic composition and achieving sustainable use of tropical rainforest.

Key words: genetic diversity, plantation, Shorea, Southeast Asia, tropical rainforest.

Source : Silvae Genetica 62,5 (2013)

¹⁾Graduate school of Agriculture, Kyoto University, Kitashirakawa Oiwake-cho Sakyo-ku, Kyoto 606-8502, Japan

²⁾Research Fellow of Japan Society for the Promotion of Science

³⁾Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Jl. Agro No.1 Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia

⁴⁾PT Sari Bumi Kusuma, Jl Adisucipto Km 5,3 P.O Box 16, Pontianak, Kalimantan Barat Indonesia

Last Updated on Monday, 11 August 2014 11:41
 
Wednesday, 13 December 2017

Certificate

certificate
"Seringkali kita merasa mencintai tetapi yang terjadi sebenarnya adalah kita hanya mementingkan pengakun atas eksistensi kita."