ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home
WORKSHOP METODE RISET KEHUTANAN PDF Print E-mail
Wednesday, 05 November 2014 11:46

 

“Riset yang paling baik adalah riset yang memecahkan sebuah permasalahan, cara terbaik meningkatkan kemampuan riset adalah melakukan riset dan peneliti yang paling penting dalam memecahkan persoalan pengelolaan hutan tropis adalah peneliti yang bekerja di negara tersebut”.

-         Profesor Francis “Jack” Putz -

 

Atas dasar itulah pada tanggal 26 Oktober 2014 yang lalu, PT Sari Bumi Kusuma (SBK) bekerjasama dengan Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan University of Florida (UF) menyelenggarakan workshop metode riset kehutanan di Base Camp PT SBK.

 

Last Updated on Wednesday, 05 November 2014 11:53
Read more...
 
SBK PROVIDES A GLOBALLY SIGNIFICANT MODEL FOR TROPICAL SILVICULTURE PDF Print E-mail
Wednesday, 05 November 2014 11:43

SBK PROVIDES A GLOBALLY SIGNIFICANT MODEL FOR TROPICAL SILVICULTURE

Professor Francis E. “Jack” Putz, University of Florida, USA

 

In the field of natural forest management in the tropics, Indonesia leads the world and one of the leaders in Indonesia is Sari Bumi Kusuma (SBK) Katingan-Seruyan block in Central Kalimantan. Over my four decades in tropical forestry, I have not yet encountered an operational-scale silvicultural effort like SBK’s.  In South America and Africa, the focus is on reducing the impacts of logging (RIL). SBK employs RIL techniques but then in half of its concession follows selective logging with enrichment planting of seedlings of commercial timber species along cleared lines through the harvested forest.  At the time of my most recent visit in late 2014, SBK had successfully line-planted 49.207 hectares. The company’s total area is 147.600 ha and allocated effective area for two silvicultural systems: TPTJ (60.508 ha) and TPTI (59.098 ha), nature conservation (12.668 ha), and areas used for infrastructure (road, camp buildings), villages, rivers, and seed stands (15.326 ha).

 

Last Updated on Wednesday, 05 November 2014 11:53
Read more...
 
Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 11 August 2014 11:39

Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis

Oleh  A. IZUNO¹⁾˒²⁾,  S. INDRIOKO³⁾,  WIDIYATNO³⁾,  E. PRASETYO³⁾,  KASMUJIONO⁴⁾  and  Y.  ISAGI¹⁾

Abstrak

Pohon-pohon Dipterocarp keberadaannya secara ekologis dan komersial berperan penting di kawasan hutan hujan tropis wilayah di Asia Tenggara. Untuk pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati, hal yang perlu dilakukan adalah membangun pertanaman dengan metode yang dapat menjamin bahwa variasi genetik pohon yang ditanam ekuivalen dengan pohon-pohon di hutan alam.

 

Last Updated on Monday, 11 August 2014 11:41
Read more...
 
Perubahan Keseimbangan Air di Hutan Hujan Tropis dengan Sistem Pengelolaan Hutan Intensif PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 21 July 2014 11:19

Perubahan Keseimbangan Air di Hutan Hujan Tropis

dengan Sistem Pengelolaan Hutan Intensif

Hatma Suryatmojoac** , Masamitsu Fujimotob, Yosuke Yamakawac, Ken’ichiro Kosugic, Takahisa Mizuyamac

aFaculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

bDepartment of Civil Engineering, Ritsumeikan University, Japan

cGraduate School of Agriculture, Kyoto University, Japan

Abstrak

Pemahaman tentang perubahan keseimbangan air di areal berhutan berperan penting dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan mengantisipasi potensi gangguan yang disebabkan oleh implementasi suatu sistem pengelolaan hutan. Studi ini dilaksanakan di kawasan hutan hujan tropis alam di Propinsi Kalimantan Tengah Indonesia.

Last Updated on Monday, 21 July 2014 11:25
Read more...
 
DAMPAK PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM JALUR TERHADAP KELESTARIAN KESUBURAN TANAH DALAM MENUNJANG KELESTARIAN PENGELOLAAN HUTAN ALAM PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 12 June 2014 08:58

DAMPAK PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM JALUR

TERHADAP KELESTARIAN KESUBURAN TANAH DALAM MENUNJANG

KELESTARIAN PENGELOLAAN HUTAN ALAM

(The Impact of Selective Cutting and Strip Planting System Implementation Toward

Sustainability of Soil Fertility to Support Sustainability Forest Management of Natural Forest)

Widiyatno*, Soekotjo*, Hatma Suryatmojo*, Haryono Supriyo*, Susilo Purnomo#

dan Jatmoko#

*)Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

#)PT Sari Bumi Kusuma Blok Seruyan-Katingan Kalteng

 

Abstrak

Tebang pilih merupakan salah satu sistem silvikultur yang dikembangkan untuk mengelola hutan hujan tropis di Indonesia. Sistem ini didasarkan pada limit diameter, jumlah tegakan tinggal untuk rotasi berikutnya dan keberhasilan permudaan alam maupun penanaman pengkayaan. Sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif (SILIN) diintrodusir pada tahun 2005 untuk merehabilitasi dan meningkatkan produktivitas Logged Over Area (LOA) hujan hujan tropis dengan pola penanaman pengkayaan jalur. Pelaksanaan TPTJ dimungkinkan akan mempengaruhi stabilitas tanah karena tanah pada hutan hujan tropis sangat sensitif terhadap perubahan akibatpelaksanaan TPTJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi status kesuburan tanah LOA (1 dan 5 tahun setelah penanaman) pada hutan hujan tropis yang dikelola dengan sistem TPTJ dengan teknik SILIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada lokasi penelitian bersifat sangat asam (pH H2O: 3.97-4.50 dan pH KCl: 3,57-4,07). Nilai pH tersebut mengindikasikan bahwa tingkat konsentrasi kandungan nutsisi Ca, Mg dan K dalam kategori rendah sebab tanah tersebut masuk dalam ordo Ultisols. Kandungan nutrisi pada areal 1 dan 5 tahun setelah penanaman tidak berbeda nyata pada uji T dengan taraf kepercayaan 5%. Pada umumnya, kandungan nutrisi orda Horizon A mempunyai nilai C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di bawahnya karena keberadaan akumulasi dari bahan organic dan nilai ini mempunyai korelasi yang positif terhadap Kapasitas Tukar Kation (R2= 0.946) sehingga keberadaannya akan menyediakan unsur hara dalam mendukung pertumbuhan tanaman dipterocarps pada sistem penanaman jalur.

 

Last Updated on Thursday, 12 June 2014 09:00
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5
Saturday, 20 December 2014

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday522
mod_vvisit_counterYesterday19129
mod_vvisit_counterThis week34200
mod_vvisit_counterLast week3547
mod_vvisit_counterThis month41429
mod_vvisit_counterLast month197951
mod_vvisit_counterAll812697

We have: 4 guests online
Your IP: 66.249.79.58
Iphone , Mac
Today: Dec 20, 2014

Ramalan Cuaca

sumber: bmkg.go.id
"Memilih dari sedikit pilihan jauh lebih baik daripada kita tidak punya pilihan dikemudian hari"
Admin