ja_mageia


  • Narrow screen resolution
  • Wide screen resolution
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
Home
Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 11 August 2014 11:39

Praktek Pertanaman saat ini Memiliki Pengaruh Genetik yang tak Berarti pada Tanaman Dipterocarp di Hutan Hujan Tropis

Oleh  A. IZUNO¹⁾˒²⁾,  S. INDRIOKO³⁾,  WIDIYATNO³⁾,  E. PRASETYO³⁾,  KASMUJIONO⁴⁾  and  Y.  ISAGI¹⁾

Abstrak

Pohon-pohon Dipterocarp keberadaannya secara ekologis dan komersial berperan penting di kawasan hutan hujan tropis wilayah di Asia Tenggara. Untuk pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan dan pelestarian keanekaragaman hayati, hal yang perlu dilakukan adalah membangun pertanaman dengan metode yang dapat menjamin bahwa variasi genetik pohon yang ditanam ekuivalen dengan pohon-pohon di hutan alam.

 

Last Updated on Monday, 11 August 2014 11:41
Read more...
 
Perubahan Keseimbangan Air di Hutan Hujan Tropis dengan Sistem Pengelolaan Hutan Intensif PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 21 July 2014 11:19

Perubahan Keseimbangan Air di Hutan Hujan Tropis

dengan Sistem Pengelolaan Hutan Intensif

Hatma Suryatmojoac** , Masamitsu Fujimotob, Yosuke Yamakawac, Ken’ichiro Kosugic, Takahisa Mizuyamac

aFaculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, Indonesia

bDepartment of Civil Engineering, Ritsumeikan University, Japan

cGraduate School of Agriculture, Kyoto University, Japan

Abstrak

Pemahaman tentang perubahan keseimbangan air di areal berhutan berperan penting dalam pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan dan mengantisipasi potensi gangguan yang disebabkan oleh implementasi suatu sistem pengelolaan hutan. Studi ini dilaksanakan di kawasan hutan hujan tropis alam di Propinsi Kalimantan Tengah Indonesia.

Last Updated on Monday, 21 July 2014 11:25
Read more...
 
DAMPAK PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM JALUR TERHADAP KELESTARIAN KESUBURAN TANAH DALAM MENUNJANG KELESTARIAN PENGELOLAAN HUTAN ALAM PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 12 June 2014 08:58

DAMPAK PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM JALUR

TERHADAP KELESTARIAN KESUBURAN TANAH DALAM MENUNJANG

KELESTARIAN PENGELOLAAN HUTAN ALAM

(The Impact of Selective Cutting and Strip Planting System Implementation Toward

Sustainability of Soil Fertility to Support Sustainability Forest Management of Natural Forest)

Widiyatno*, Soekotjo*, Hatma Suryatmojo*, Haryono Supriyo*, Susilo Purnomo#

dan Jatmoko#

*)Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

#)PT Sari Bumi Kusuma Blok Seruyan-Katingan Kalteng

 

Abstrak

Tebang pilih merupakan salah satu sistem silvikultur yang dikembangkan untuk mengelola hutan hujan tropis di Indonesia. Sistem ini didasarkan pada limit diameter, jumlah tegakan tinggal untuk rotasi berikutnya dan keberhasilan permudaan alam maupun penanaman pengkayaan. Sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif (SILIN) diintrodusir pada tahun 2005 untuk merehabilitasi dan meningkatkan produktivitas Logged Over Area (LOA) hujan hujan tropis dengan pola penanaman pengkayaan jalur. Pelaksanaan TPTJ dimungkinkan akan mempengaruhi stabilitas tanah karena tanah pada hutan hujan tropis sangat sensitif terhadap perubahan akibatpelaksanaan TPTJ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menginvestigasi status kesuburan tanah LOA (1 dan 5 tahun setelah penanaman) pada hutan hujan tropis yang dikelola dengan sistem TPTJ dengan teknik SILIN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah pada lokasi penelitian bersifat sangat asam (pH H2O: 3.97-4.50 dan pH KCl: 3,57-4,07). Nilai pH tersebut mengindikasikan bahwa tingkat konsentrasi kandungan nutsisi Ca, Mg dan K dalam kategori rendah sebab tanah tersebut masuk dalam ordo Ultisols. Kandungan nutrisi pada areal 1 dan 5 tahun setelah penanaman tidak berbeda nyata pada uji T dengan taraf kepercayaan 5%. Pada umumnya, kandungan nutrisi orda Horizon A mempunyai nilai C-organik yang lebih tinggi dibandingkan lapisan di bawahnya karena keberadaan akumulasi dari bahan organic dan nilai ini mempunyai korelasi yang positif terhadap Kapasitas Tukar Kation (R2= 0.946) sehingga keberadaannya akan menyediakan unsur hara dalam mendukung pertumbuhan tanaman dipterocarps pada sistem penanaman jalur.

 

Last Updated on Thursday, 12 June 2014 09:00
Read more...
 
Hasil Awal 23 Spesies Dipterocarp yang ditanam di Hutan Hujan Bekas Tebangan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 14 May 2014 10:48

Hasil Awal 23 Spesies Dipterocarp yang ditanam

di Hutan Hujan Bekas Tebangan

Widiyatno¹˒*, Soekotjo¹, M. Naiem¹, S. Purnomo² & P. E. Setyanto²

¹Faculty of Forestry, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

²PT Sari Bumi Kusuma, Central Kalimantan, Indonesia

Tujuan studi untuk mengevaluasi pertumbuhan spesies terpilih dipterocarp sebagai spesies yang berpotensi dalam kegiatan reforestasi. Uji coba dilaksanakan menggunakan 23 spesies potensial dipterocarp dalam rancangan blok acak lengkap dengan empat blok sebagai ulangan.

Rata-rata diameter setinggi dada, tinggi dan persen hidup diukur pada umur 6,5 tahun. Hasil pengukuran menunjukkan adanya perbedaan yang nyata dalam ukuran diameter setinggi dada. Dua spesies terbaik adalah Shorea platyclados dan Shorea leprosula yang memiliki diameter berturut-turut adalah 16,6 dan 14,3 cm.  Spesies dengan diameter setinggi dada terkecil adalah Dipterocarpus caudiferus yaitu 5,7 cm.

Pertumbuhan tinggi juga terbukti berbeda nyata. Dua spesies terbaik adalah Shorea platyclados dan Shorea leprosula dengan tinggi berturut-turut 8,6 dan 8,3 m. Spesies dengan tinggi terendah adalah Dipterocarpus caudiferus (4,4 m). Tujuh spesies menunjukkan rata-rata persen hidup tinggi (71-85%), sembilan spesies tergolong sedang (50-70%) dan tujuh spesies termasuk rendah (38-48%).

 

Sumber:

Journal of Tropical Forest Science 26 (2): 259-266 (2014)

 
Evaluasi Uji Progeny Shorea macrophylla Umur 4 tahun di Areal PT Sari Bumi Kusuma Kalimantan Tengah PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 03 April 2014 15:08

 

Widiyatnoᵃ*, M. Naiemᵃ, S.Purnomoᵇ dan Jatmokoᵇ

ᵃFakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada

ᵇPT Sari Bumi Kusuma Blok Seruyan-Katingan Kalimantan Tengah

Abstrak

Shorea macrophylla adalah jenis pohon berukuran sedang dan dapat menjadi pohon besar pada kondisi tapak yang cocok. Pada kondisi habitat alaminya, satu batang pohon dewasa dapat mencapai ukuran rata-rata tinggi 50 m dan diameter setinggi dada (DBH) 120 cm.

 

Last Updated on Thursday, 03 April 2014 15:10
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Page 1 of 5
Friday, 22 August 2014

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday11
mod_vvisit_counterYesterday369
mod_vvisit_counterThis week2319
mod_vvisit_counterLast week22230
mod_vvisit_counterThis month30842
mod_vvisit_counterLast month97338
mod_vvisit_counterAll507442

We have: 2 guests online
Your IP: 54.81.134.80
 , 
Today: Aug 22, 2014

Ramalan Cuaca

sumber: bmkg.go.id
"Memilih dari sedikit pilihan jauh lebih baik daripada kita tidak punya pilihan dikemudian hari"
Admin